Perjalanan kami dimulai di jantung Bali, bukan sebagai sebuah bisnis, namun sebagai sebuah janji untuk menghormati para pengrajin yang menghembuskan nafas kehidupan ke dalam kayu dan kanvas.
Koleksi kami tidak ditemukan di pasar massal. Kami menghabiskan hari-hari kami bepergian ke sudut-sudut pulau yang paling sunyi-dari lokakarya ukiran kayu tradisional hingga studio seniman tersembunyi di seluruh Bali-untuk memilih karya-karya yang memiliki esensi spiritual yang sejati. Kami tidak hanya mencari keindahan; kami mencari sentuhan sang ahli, kualitas serat, dan cerita dalam goresan kuas. Ketika Anda memegang karya Arts of Bali, Anda memegang sebuah fragmen dari sejarah hidup pulau ini.
Spesialis Lanskap Hiper-Realis
Lahir di Jawa Timur dan dididik di Bali, Bahtiar adalah seorang ahli Hyper-Realisme yang mengkhususkan diri pada lanskap laut dan kehidupan laut yang menggugah. Perjalanan artistiknya adalah salah satu transisi yang tangguh dari pekerjaan industri ke seni rupa setelah menemukan komunitas sejatinya di Bali. Lukisan Bahtiar dikagumi oleh para kolektor internasional karena kemampuannya untuk menangkap ketenangan laut dan jiwa yang hidup dari makhluk-makhluknya.
Lanskap Pisau Palet
Seorang ahli tekstur dari desa seniman Jelekong yang terkenal. Karier A. Gandara merupakan perpaduan unik antara seni visual dan seni pertunjukan. Setelah memulai pada tahun 1998 dan mengambil jeda sejenak pada tahun 2010 untuk mengeksplorasi pertunjukan panggung, ia kembali melukis dengan semangat baru. Karyanya menggabungkan ketepatan teknis dari pisau palet dengan energi ekspresif dari seorang pemain, menciptakan lanskap yang terasa hidup dan dinamis.
Spesialis Seni Bertekstur
Berasal dari Jawa Timur, Farfan adalah seorang seniman yang didefinisikan oleh inovasi. Tidak puas dengan realisme tradisional, ia memelopori teknik yang berbeda dengan menggunakan kanvas bertekstur pasir pada tahun 2012. Karya-karyanya tidak hanya dilihat, tetapi juga 'dirasakan'-menawarkan keanggunan dan kedalaman yang tidak dapat dicapai oleh kanvas standar. Terinspirasi oleh keluarganya dan dipertajam oleh kancah seni Kuta yang semarak, Farfan menghadirkan pengalaman dimensi yang unik pada setiap karyanya.
Bulu dan Satwa Liar yang Hiper-Realistis
Didorong oleh kecintaan seumur hidup terhadap hewan, Alzhen adalah seorang ahli tekstur. Ia mengkhususkan diri dalam menghidupkan berbagai subjek berbulu-dari hewan piaraan domestik hingga predator yang megah, seperti singa dan harimau. Karyanya ditentukan oleh obsesi terhadap detail, memastikan setiap helai bulu ditampilkan dengan presisi untuk menangkap semangat hewan yang sesungguhnya.
Lukisan Pisau Palet
Dari lanskap kering Nusa Penida ke dunia seni yang semarak di Kuta, perjalanan Upeksa adalah salah satu transformasi yang berani. Awalnya dilatih dalam realisme tradisional, ia membuat pilihan radikal untuk menukar kuasnya dengan pisau palet. Saat ini, ia dikenal dengan gaya khasnya yang bertekstur berat-menggunakan pisau tidak hanya untuk mengaplikasikan warna, tetapi juga untuk membangun dimensi, karakter, dan jiwa ke dalam setiap kanvasnya.




Menghadirkan keanggunan spiritual dari kerajinan Bali kepada para kolektor di seluruh dunia. Setiap karya adalah warisan seni yang dilestarikan dari generasi ke generasi.